Tips Pendiri Sayur Box dan Aruna dalam Merintis Startup

Tips Pendiri Sayur Box dan Aruna dalam Merintis Startup

AKURAT.CO Lebih dari 30 perusahaan digital dan 70 tokoh penting industri digital meramaikan event idEA Works Edu yang berlangsung pada 9-10 April 2019 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

Dalam pembukaan hari ini , Selasa (9/4), diisi dengan diskusi bertajuk 'Peluang Anak Muda Indonesia di Era Digital Menuju Revolusi Industri 4.0'.

Metha Trisnawati selaku Co Fouder Sayur Box memaparkan kisah dan pengalamannya dalam mendirikan startup yang bergerak di bidang agraria itu. Sayur Box sendiri merupakan platform yang memungkinkan petani lokal menjual hasil taninya kepada konsumen.

"Ide kita adalah kenapa gak kita hubungkan langsung aja antara petani dan pasar," ujarnya di lokasi, Selasa (9/4).

Metha lantas menyampaikan tips khusus untuk memulai karir di industri digital sebagai startup dalam diskusi yang dihadiri oleh ribuan siswa SMA/SMK se-Jabodetabek itu.

"Pesen aku carilah problem-problem yang membuat temen-temen penasaran untuk solve," tuturnya.

"Mulanya itu simpel temen-temen, liat dulu di sekeliling temen," tambah Metha.

Menurutnya, startup yang tidak bisa memecahkan masalah apapun akan sulit jadi bisnis yang sustainable.

"Bikin dulu yang simpel fiturnya paling gak kayak (aplikasi) Sayur Box sekarang, bahkan awalnya (kami) dari Instagram," sebut dia.

Kemudian, Metha mengatakan ketika seseorang sudah memulai bisnis tersebut, maka dia harus comfortable dengan masalah. Hal tersebut lantaran menurutnya suatu usaha dalam bisnis akan selalu mendapatkan tantangan.

"Mental seperti itu yang diperluin," terangnya.

Hal senada disampaikan Utari Octavianty selaku Direktur Utama Aruna.id. Ia menjelaskan startup pengembang solusi digital untuk sektor perikanan dan kelautan itu bertujuan untuk menghubungan nelayan dengan pembeli.

Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlah nelayan di Indonesia menurutnya berkurang 50 persen. Namun melalui aplikasi Aruna.id, para nelayan menurutnya dapat mendapatkan hasil yang lebih besar.

"Pendapatan nelayan pun meningkat dari 1 juta perbulan jadi 12-13 kali lipat," ucapnya.

"Kehidupan nelayan berubah sebegitu cepat dengan teknologi," pungkas Utari.

LIHAT ARTIKEL ASLIBaca di App KurioBACA SELENGKAPNYABaca di App Kurio

Translate »