Memanfaatkan LinkedIn Cari Kandidat Tepat di Masa Pandemi

– Di masa pandemi COVID-19 perusahaan perlu memiliki protokol atau aturan baru ketika menghadapi new normal.

Tentunya kegiatan bisnis perusahaan tak akan sama ketika new normal, misalnya karyawan harus menerapkan jarak fisik. Sehingga banyak perusahaan mulai memanfaatkan teknologi untuk beradaptasi dengan kondisi ini.

Dengan alasan ini, sistem kerja yang fleksibel seperti kerja dari rumah atau yang populer disebut sebagai WFH ( work from home ) bisa dilakukan.

Aturan new normal tentu saja memengaruhi proses rekrutmen karyawan baru. Biasanya, perusahaan melakukan wawancara langsung. Dalam new normal, metode ini belum dapat dilakukan lagi.

HR juga harus terbiasa dengan teknologi lain dalam menjalani new normal. Jadi, bagaimana perusahaan dapat secara efektif menggunakan teknologi untuk merekrut karyawan baru, melatih, dan mengelola karyawan?

Dalam acara Webinar Insight Talenta dengan topik “Leveraging HR Tech to Recruit, Train and Manage People During New Normal” pada Sabtu, 4 Juli 2020, beberapa narasumber yang hadir memberikan penjelasannya.

Salah satu cara perusahaan dalam menggunakan teknologi untuk melakukan recruitment bisa menggunakan bantuan dari media sosial LinkedIn. Teknologi LinkedIn bisa membantu perusahaan untuk mendapat kandidat yang memiliki capability baik dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sistem yang digunakan LinkedIn menunjukkan wawasan awal tingkat perekrutan tentang bagaimana pasar tenaga kerja merespons dan apa yang mungkin cocok bagi perusahaan.

LinkedIn tidak hanya membantu perusahaan untuk mendapatkan kandidat potensial yang sesuai, namun juga mendukung perusahaan dalam mengelola dan mengembangkan karyawan terutama di masa pandemi seperti sekarang. Di mana upgrading skill merupakan suatu keharusan agar karyawan dapat terus berkembang dan memajukan perusahaan.

Lanny Wijaya, Talent Solution Expert for Indonesia LinkedIn dalam kesempatannya pada webinar mengenai HR ini menyampaikan bahwa perusahaan harus mengikuti tren new normal dengan tidak kolot untuk mau menggunakan teknologi terkini. Salah satu contohnya dengan mendukung adanya WFH agar penerapan new normal bisa dijalani dangan baik.

Di sini LinkedIn dengan teknnologinya mampu membantu perusahaan dengan memberikan informasi job apa saja yang akan bertahan dan cocok untuk WFH.

“Kita nggak tahu sampe kapan WFH, jadi kita harus tingkatkan skill yang dibutuhkan, LinkedIn juga mendukung dengan mengadakan beragam upgrading skill gratis bagi karyawan dari semua perusahaan, kalian tinggal masuk LinkedIn saja untuk bisa ikut serta,” kata Lanny.

Diselenggarakan oleh kerjasama antara LinkedIn, Microsoft dan Github, “LinkedIn want to empower everyone.”

“Kita ingin bantu semua perusahaan, kalo kita nggak bantuin untuk mengembangkan skill sumber daya manusia yang membutuhkan nanti ekonomi negara bisa gak selamat,” ujar Lanny.

Menurut Lanny, perusahaan tidak cukup hanya memikirkan perekrutan, namun tak kalah penting harus mempertimbangkan kegiatan dalam mengelola dan mengembangkan karyawannya.

“Tiap orang harus mulai upskilling dan adjusting terhadap new normal, LinkedIn bisa menjadi channel untuk membantu perusahaan dengan menjadi matchmaker, banyak juga job yang sudah mengarah ke digital, mau nggak mau karena pandemi, kita harus punya skill yang relevan untuk WFH juga,” tutur Lanny.

LinkedIn Talent dan Learning Solutions membantu perusahaan membangun dan mengembangkan tim-tim pemenang dengan menyediakan tools yang cerdas dan wawasan yang unik bagi karyawan. Ini yang dilakukan LinkedIn untuk membantu perusahaan.

Plan

Membangun strategi yang terinformasi, mengembangkan wawasan tentang tenaga kerja global dan lanskap kompetitif.

Hiring

Merekrut dengan lebih efisien, menyediakan iklan rekrutmen, halaman karier, hingga posting tentang pekerjaan.

Develop

Melalui kerjasama LinkedIn, Microsoft, dan Glint, LinkedIn akan membantu memberdayakan karyawan perusahaan. *

Editor: Ade Irwansyah

Leave a comment

Translate »