Lima Inspirasi Ide Usaha Modal Kecil

Lima Inspirasi Ide Usaha Modal Kecil

Berbisnis itu bukan semata soal modal, tetapi tentang dedikasi, kerja keras, ketekunan, dan keinginan. Oleh sebab itu, jangan mengabaikan keinginan berbisnismu hanya karena kamu tidak cukup memiliki banyak modal. Ini lima inspirasi ide usaha yang bisa kamu coba!

Membangun usaha dengan modal yang kecil bukanlah sesuatu yang mustahil. Oleh sebab itu, berikut kami hadirkan lima inspirasi ide bisnis modal kecil yang bisa segera kamu coba dan mulai. Ide usaha modal kecil yang termasuk dalam daftar ini dapat berjalan dengan baik meskipun saat kondisi ekonomi masih belum stabil, beberapa ide usaha bahkan tidak membutuhkan banyak pengalaman atau latar belakang pendidikan tertentu terlebih dahulu. Terlebih, semua akan berjalan sesuai dengan apa yang kamu harapkan ketika kamu memiliki dedikasi, kerja keras, ketekunan, dan keinginan untuk sukses Sobat Studentpreneur.

1.

Pengembangan dan rekayasa perangkat lunak (software)

Pengembangan dan rekayasa perangkat lunak bertugas dalam membuat, menguji, dan memelihara perangkat lunak pada berbagai platform, mulai dari mainframe hingga perangkat seluler. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat, permintaan pengembang perangkat lunak diperkirakan akan terus meningkat sebesar 17% setiap tahunnya, hingga tahun 2023. Di tahun 2014 saja, pembayaran rata-rata mereka sudah melebihi angka USD 100.000 per tahun. Sifat industri pengembangan perangkat lunak membuatnya ideal untuk bekerja secara kontrak. Biasanya, insinyur perangkat lunak (software engineers) memulai karirnya sebagai pegawai sebuah perusahaan yang digaji per bulan. Namun seiring berjalannya waktu, mereka kebanyakan beralih profesi menjadi pekerja lepas (freelancer) karena waktu yang lebih fleksibel dan membuat mereka bisa memilih proyek mana yang lebih disuakinya. Komputasi awan (cloud computing) dan kemudahan akses jarak jauh membuat pengembangan perangkat lunak menjadi ide bisnis modal kecil yang ideal.

1.

Layanan konsultasi

Pada dasarnya, setiap orang selalu berkonsultasi mengenai hal apapun dengan orang-orang yang dikenalnya. Jika kamu termasuk salah satu orang yang sering diajak konsultasi, kamu bisa memanfaatkan dan memperdalam talentamu dengan membuka sebuah layanan konsultasi profesional, seperti: konsultasi pernikahan, konsultan bisnis, konsultan hukum, konsultan properti, konsultan pendidikan, atau konsultan media. Kamu bahkan hampir tidak perlu mengeluarkan modal untuk mendirikan sebuah layanan konsultasi seperti ini, yang kamu perlukan hanyalah informasi seperti nomor telepon, alamat email, dan rujukan dari keluarga dan beberapa teman bahwa kamu adalah konsultan yang profesional.

1.

Usaha kolam pemancingan ikan

Photo credit: Lum3n.com (pexels.com)

Bisnis ini sempat menjadi tren di tahun 90an, namun tiba-tiba meredup begitu saja. Padahal jika kamu mengelolanya dengan baik, usaha kolam pemancingan bisa menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Kamu hanya membutuhkan modal sebanyak +- Rp 12 juta dengan rincian Rp 7 juta untuk pengadaan alat seperti: pembuat kolam, bibit ikan, peralatan masak, dan Rp 5 juta untuk biaya operasional per bulan (pegawai, bahan masakan, dan bibit ikan). Kamu juga bisa menambah potensi pemasukan dengan cara menjual camilan dan minuman dingin, menyewakan alat, membuat perlombaan memancing, atau bekerjasama dengan sponsor.

1.

Bisnis penyewaan

Bisnis penyewaan mulai cukup digemari belakangan ini karena dianggap sebagai win-win solution bagi kedua belah pihak. Pihak penyewa tidak perlu terlalu banyak membeli barang (yang biasanya berharga mahal), namun bisa mendapatkan sesuai dengan kebutuhan. Barang-barang seperti perkakas listrik, truk, mobil, atau generator listrik adalah barang yang cukup sering disewa. Untuk memulainya, kamu cukup mengobservasi lingkungan sekitarmu dan kemudian memutuskan barang-barang apa yang memberikan nilai sewa yang paling tinggi. Sebagai contoh, jika kamu tinggal di area perumahan yang masih dalam proses pembangunan dan pengembangan, kamu bisa mulai menyewakan perkakas bangunan, seperti gerobak roda, sekop, drum, tangga, perancah, palu, atau bahkan truk pick-up.

1.

Pedagang kaki lima

Photo credit: upload.wikimedia.org

Di Indonesia, pedagang kaki lima tentu saja tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan masyarakat sehari-hari. Selain tidak memerlukan banyak modal, jenis dagangan yang bisa dijajankan juga beraneka ragam, mulai dari busana, makanan, hingga oleh-oleh khas kota tersebut. Dikutip dari Satu Jam, seorang mantan kepala cabang salah satu perusahaan multinasional, Wieke, memilih untuk resign dan berjualan tahu di pinggir jalan. Walaupun bermodalkan sedikit uang, seiring berjalannya waktu usaha tahu Wieke bisa meraup omset sampai jutaan rupiah. Sayangnya, masih banyak pedagang kaki lima yang berjualan di tempat yang tidak seharusnya. Selain hal tersebut merugikan pihak pedagang karena harus berurusan dengan preman setempat, kaki lima tersebut juga akan membuat kemacetan atau membuat pejalan kaki kehilangan tempat aman untuk berjalan. Untuk itu, carilah lokasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah ketika kamu memang ingin mulai untuk berjualan kaki lima.

Memiliki bisnis kecil akan membuat kamu memiliki kesempatan untuk menghasilkan pendapatan bulanan yang sehat, menjadi bos atas dirimu sendiri, memutuskan sesuatu tanpa intervensi siapapun, serta berpotensi untuk memiliki gaya hidup yang lebih fleksibel. Membangun sesuatu dari bawah ke atas bisa membuat memulai bisnis yang sangat bermanfaat dalam dirinya sendiri Sobat Studentpreneur.

Yuk follow facebook Studentpreneur dan ikutan kelas online-nya buat belajar bisnis lebih lanjut.

Rekomendasi Kelas Online Studentpreneur Gratis Untuk Anda:

Indonesian Independence in a Digital Economy

Dunia Investasi Startup di Tahun 2017

Kematian Desain Grafis

Yovita Omega

Pernah berkarya di Pikiran Rakyat, kini Yovita aktif di digital agency di Jakarta.

LIHAT ARTIKEL ASLIBaca di App KurioBACA SELENGKAPNYABaca di App Kurio

Translate »