Toko Offline Mampu Berikan Image Positif Untuk Brand

Risa Kariska, pemilik brand fashion hijab Femme Outfit tidak menyangka bisnisnya akan terus berkembang selama empat tahun terakhir.

Keputusannya untuk membuka toko offline setelah lebih dari satu tahun menjalankan bisnisnya secara online tampaknya merupakan langkah yang tepat.

Meskipun bisa dibilang hanya modal nekat, nyatanya presentasi produknya secara nyata di tengah konsumen menimbulkan dampak yang positif terhadap brand-nya.

Apalagi, konsep toko offline yang dimilikinya pun tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Pasalnya sebuah butik dengan nama Magnetic Island di Jl Veteran Bandung itu disewa bersama rekan-rekannya yang juga bergerak dalam bisnis fesyen.

“Ide untuk membuka toko offline ini diawali dari aktivitas saya di komunitas Hijabers, kebanyakan rekan-rekan di sana juga memiliki brand sendiri. Akhirnya punya ide untuk membuka butik bersama,” katanya.

Butik yang sudah berdiri sekitar tiga tahun itu sekarang dikelola oleh 12 brand fashion yang memiliki karakteristik masing-masing, tetapi menyasar target pasar yang sama.

Risa mengatakan, dengan adanya konsep berbagi lokasi tersebut memungkinkan untuk memperluas pangsa pasar, karena secara tidak langsung akan terjadi cross-customer, di mana konsumen satu brand memiliki kesempatan untuk berbelanja brand lainnya.

“Selain itu, biaya sewa interior juga semuanya patungan. Kalau ada pintu rusak, ongkos perbaikannya juga dibagi 12, jadi lebih ringan ketimbang harus sewa sendiri,” imbuhnya.

Perempuan berusia 26 tahun itu juga memaparkan dengan adanya toko offline bisa menumbuhkan kepercayaan konsumen, karena mereka memiliki kepastian kemana harus datang jika memiliki keluhan dan komplain.

Butiknya tersebut juga bisa menjadi tujuan untuk berkunjung jika konsumennya yang berasal dari luar negeri datang ke Indonesia, dan mereka bisa melihat secara langsung koleksi produk yang dimiliki Femme Outfit.

Di sisi lain, toko offline juga bisa mewadahi para konsumen yang masih belum bisa atau percaya untuk berbelanja online sebelum melihat produk secara langsung.

“Selama empat tahun menjalankan bisnis online, saya belum pernah berbelanja secara onlinekarena saya bukan tipe konsumen yang mudah percaya,” akunya.

Hal yang dialaminya tersebut menunjukan bahwa memang ada tipe konsumen yang harus difasilitasi dengan toko offline dan hanya bisa berbelanja secara konvensional.

Meskipun penjualan dari offline tidak sebesar pendapatan dari penjualan online, Risa mengaku tokooffline berpengaruh signifikan terhadap reputasi produknya dan konsep terus akan dikembangkan di masa depan.

Sumber

Translate »