Bagaimana bentuk Portal e-Learning yang ideal?

Menurut Wikipedia, e-Learning, atau Electronic Learning adalah semua bentuk kegiatan belajar mengajar yang menggunakan perangkat elektronik.  Mengacu pada pengertian tersebut, maka pembelajaran secara elektronik melingkupi penggunaan perangkat elektronik, seperti TV, Radio, Komputer, Gadget/Smartphone/Tablet, dan lainnya.

Sedangkan menurut Cambridge Advanced Learner’s Dictionary, e-Learning didefinisikan sebagai pembelajaran melalui internet yang bisa diakses di rumah.  Penyempitan makna yang merujuk kepada penggunaan internet ini mulai ada ketika penggunaan internet memasyarakat dalam segala bidang, seperti e-Commerce, e-Government, dan lainnya.

Membahas tentang e-Learning, dapat dikatakan Portal e-Learning, seperti Rumah Belajar, Rumah Banjar, Jogja Belajar, dan lainnya, merupakan ikon dari e-Learning.  Masing-masing Portal e-Learning tersebut memiliki berbagai macam kelebihan dan ciri khasnya.

Membahas tentang e-Learning, dapat dikatakan Portal e-Learning, seperti Rumah Belajar, Rumah Banjar, Jogja Belajar, dan lainnya, merupakan ikon dari sebuah e-Learning.  Masing-masing Portal e-Learning tersebut memiliki berbagai macam kelebihan dan ciri khasnya.  (Pada 2014, Rumah Belajar dan Rumah Banjar masuk dalam Top 99 Inovasi Layanan Publik (Sinovik) – MenPan RI)

(Pada 2014, Rumah Belajar dan Rumah Banjar masuk dalam Top 99 Inovasi Layanan Publik (Sinovik) – MenPan RI)

rbjr

 

jogjabljr

rumahbanjar

Portal e-Learning bukanlah sebuah website biasa, yang hanya menjadi penampil sebuah media pembelajaran, tetapi selayaknya lebih dari itu.  Fitur-fitur apa saja yang seharusnya ada di dalam sebuah Portal e-Learning?

1. Upload, Download, dan Berbagi Media Pembelajaran

Fitur ini adalah fitur standar dari sebuah Portal e-Learning.  Pertanyaannya adalah, apakah Portal e-Learning berfungsi hanya sebagai penampil media pembelajaran saja? Apakah hanya beberapa format media, seperti teks, video, dan flash saja yang dapat di upload? Apakah pengguna bisa memberi testimoni dan umpan balik terhadap suatu Media Pembelajaran?

Dalam kemampuannya untuk meng-upload, men-download, dan berbagi Media Pembelajaran, sebuah Portal e-Learning diharapkan memiliki kemampuan :

  1. Guru dapat meng-upload berbagai macam format Media Pembelajaran (Teks, PDF, Gambar, Audio, Video, Animasi (Flash), Permainan Edukasi, Kuis, SCORM/LMS, dan berbagai format file lainnya)
  2. Guru dan murid dapat memberikan testimoni dan umpan balik pada Media Pembelajaran yang ditampilkan
  3. Guru dapat membentuk tim penyusun, dimana guru-guru dapat merancang Media Pembelajaran secara berkelompok, meskipun antar guru tidak berada dalam satu lokasi/daerah
  4. Pengguna (Admin, Guru, Murid, dan lainnya) dapat melihat dan me-review hasil kegiatan belajar-mengajar yang diakses selama ini dalam sebuah laporan
  5. Dapat menjaga orisinalitas dan keamanan hak cipta Media Pembelajaran yang dirancang dari kemungkinan penyalahgunaan/manipulasi, seperti pengubahan identitas penyusun/perancang, manipulasi isi, dan lainnya
  6. Pembuat dapat menambahkan fitur-fitur pendukung seperti Rapor, Youtube, Wikipedia, Permainan Edukasi, dan lainnya
  7. Pengguna dapat mencetak media pembelajaran
  8. Dan fitur lainnya yang dapat mengaplikasikan metode pembelajaran non-elektronik ke dalam Portal e-Learning

2. Try-out

Try-out atau latihan merupakan sebuah fitur yang diperlukan untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman murid.  Sayangnya tidak semua Portal e-Learning yang menyediakan fitur ini.

Beberapa tipe soal yang dapat diterapkan dalam Portal e-Learning adalah : Isilah Titik-titik, Benar/Salah,Pilihan Ganda, Memadu-Padankan, Mengurutkan, hingga Essai.

3. Tugas/Pekerjaan Rumah (PR)

Tugas Rumah/PR merupakan sarana efektif untuk mengajak murid agar lebih aktif untuk belajar di luar sekolah, serta mengajak murid untuk mengisi waktu dengan hal positif.

Dalam Portal e-Learning, kebutuhan ini tentunya diharapkan dapat diterapkan menjadi sebuah fitur, sehingga PR dapat diberikan lebih kreatif (misalnya tugas menyusun kliping adalam bentuk slideshow/presentasi yang diupload oleh murid)

4. Virtual Class/Kelas Maya (Telekonferens)

Virtual Class/Kelas Maya sejatinya adalah sebuah fitur,  bukan aplikasi yang berdiri sendiri yang mengharuskan pengguna memiliki akun login terpisah.

Virtual Class merupakan fitur yang menghadirkan kegiatan belajar-mengajar di kelas secara langsung dan aktif.  Hal ini bisa dilaksanakan dengan metode video telekonferens dan dukungan adanya virtual blackboard (papan tulis), mikrofon, dan lainnya

bbb

5. Media Komunikasi (Chat, Pesan, dan lainnya)

Mengingat e-Learning dilakukan tanpa tatap muka, maka fitur komunikasi menjadi hal yang diperlukan agar interaksi guru dan murid dapat lebih efektif dan menarik.  Komunikasi bisa dilakukan via pesan/email (yang tentunya dapat mengirimkan lampiran/attachment juga), chatting (personal (1-to-1 chatting), maupun grup), hingga dalam bentuk forum

6. Forum Diskusi dan Survei/Polling

Forum bisa menjadi wadah paling efektif untuk berdiskusi.  Selain membahas suatu topik diskusi, dimungkinkan juga untuk melakukan suatu jajak pendapat.  Fitur ini sangat mendukung murid guna mengaplikasikan musyawarah dalam portal e-Learning

7. Sertifikat

Sertifikat diberikan sebagai penghargaan atas ketuntasan jika pengguna merampungkan tahap tertentu.  Misal ketuntasan membuka pelajaran, ataupun ketuntasan dalam suatu ujian ataupun PR, dan lainnya

8. Laporan Statistik

Laporan adalah fitur yang wajib ada, yang digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk kebutuhan manajemen pemanfaatan Portal e-Learning di waktu mendatang.  (Misal laporan sejauh mana guru aktif menghasilkan karya Media Pembelajarannya? dan oleh siapa saja karya Media Pembelajaran tersebut dipelajari?  Serta bagaimana perkembangan dan ketuntasan murid yang mempelajarinya?  Dan seterusnya)

9. Dan fitur lainnya yang memfasilitasi Kegiatan Belajar-Mengajar menjadi mudah, dan menyenangkan

Selanjutnya dengan lengkapnya suatu fitur yang dimiliki dalam sebuah Portal e-Learning, tidak lantas dapat dengan mudah diterapkan ke dalam aktivitas Belajar-Mengajar.  Ada beberapa faktor yang bisa berpengaruh baik teknis maupun non-teknis.

i. Ketersediaan Prasarana

E-Learning tentunya mengharuskan penggunaan perangkat elektronik, seperti komputer, penampil (display) seperti proyektor, perangkat jaringan, listrik, dan lainnya.  Kendala ini terjadi ketika tidak semua sekolah memiliki perangkat ini.

Namun tentunya jangan sampai hal ini menjadi pematah semangat.  Misalnya bagi yang memiliki dalam jumlah terbatas (misalnya 1 unit saja) dapat diatur dengan pengelolaan yang bergilir sesuai jadwal mengajar, prioritas kebutuhan, dan lainnya.  Atau bagi yang belum punya mungkin dapat mengusulkan pada Dinas Pendidikan daerah ataupun sponsor yang mengadakan program bantuan perangkat TIK

ii. Motivasi untuk menggunakan

Ketika semuanya fasilitas tersedia, faktor selanjutnya adalah motivasi untuk menggunakan dan memanfaatkan, hingga menghasilkan suatu produk e-Learning.  Motivasi ini memiliki banyak alasan, bisa jadi karena merasa ilmu yang dirasa masih kurang, atau merasa tidak tahu apa tujuan besar dan manfaat penggunaan TIK.

Diharapkan dengan mengikuti pelatihan/seminar/workshop, bergabung dengan forum/komunitas (online maupun tatap muka) sebagai wadah berbagi diantara sesama guru yang memanfaatkan TIK, serta melihat referensi kemudahan dan nilai tambah dari keberhasilan pemanfaatan TIK, akan mampu meningkatkan motivasi guru dan sekolah

iii. Kebijakan Sekolah

Ketika motivasi dan fasilitas terpenuhi, keberlangsungannya apakah bisa bertahan atau tidak sangat dipengaruhi oleh ekosistem di sekitar, terutama dari lingkungan sekolah.

Untuk itu sekolah dapat menerapkan kebijakan Reward dan Punishment, dengan harapan menciptakan semangat berkarya dan bersaing secara sehat dalam menerapkan e-Learning sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi mudah dan menyenangkan.

Hampir semua lapisan masyarakat meyakini manfaat besar e-Learning atau Pembelajaran Secara Elektronik, dimana e-Learning dirasakan sangat efektif dalam proses belajar-mengajar.

Pada dasarnya, keberadaan e-Learning tidak untuk menggantikan kegiatan belajar-mengajar dalam kelas seperti selama ini, tapi menjadi pelengkap dan solusi agar tujuan pendidikan dapat dicapai cara yang lebih menarik, merata dan efektif.

Translate »