Mengapa Disain Logo Itu Penting?

Sepenting apa sih, mungkin kini kamu mulai bertanya. Nah, agar bisa mendapatkan gambaran akan imbas yang dihasilkan oleh sebuah desain logo, ada baiknya kamu memperhatikan contoh desain logo berikut ini.

ogcss

Gambar di atas adalah logo dari Office of Government Commerce (OGC), sebuah lembaga keuangan independen yang dikelola oleh pemerintah Inggris. Tentu saja, bukanlah sebuah institusi yang ecek-ecek. Maka, wajar jika logo tersebut sarat akan kesan formal, serius serta dewasa.

Namun, permasalahan datang saat logo tersebut diputar sebanyak 90 derajat searah jarum jam. Maka, hasilnya akan seperti gambar di bawah ini. Ouch!

oogc

Jelas saja, wajah para pemangku jabatan di OGC langsung merah padam. Apalagi, menurut informasi, dana yang dikeluarkan untuk menghasilkan logo ini tidaklah sedikit; mencapai £14,000!

Pastinya kamu tidak akan mau berada dalam posisi mereka, bukan? Itulah sebabnya, memiliki desain logo yang baik sangatlah penting. Apalagi, sebuah poin penting untuk ditambahkan, logo adalah tampilan visual yang menunjukkan kepribadian dan karakter perusahaan bagi khalayak ramai. Jadi, jika sebuah desain logo gagal melakukan hal itu, maka mungkin sebaiknya desain tersebut tidak digunakan sama sekali.

Sayangnya, menurut pendapat sejumlah pakar identitas merek, logo perusahaan kini telah kehilangan fungsinya, seiring dengan semakin malasnya masyarakat untuk mencoba menginterpretasikan nilai yang terkandung dalam sebuah logo, atau bahkan untuk sekedar mengingatnya. Masih menurut sejumlah pakar tersebut, sebuah nama perusahaan dan merek yang sederhana dan mudah diingat sudah lebih dari cukup.

Namun, ada alasan yang cukup kuat untuk menentang hal ini.

Alasan yang pertama adalah, berdasarkan pengalaman dan pengamatan, masih banyak kok orang yang mengamati sebuah logo, dan mengasosiasikan persepsi, perasaan, pengertian, preferensi dan penilaian mereka dengan rancangan dan warna yang digunakan oleh logo tersebut

Alasan lainnya, yang lebih kuat, adalah logo-logo terkenal semacam lengkungan emas McDonalds, buah apel yang digigit setengah dari Apple, huruf berlekuk-lekuk khas Coca-Cola atau sayap sederhana Nike masih melekat kuat di dalam benak banyak orang. Bahkan, rasanya agak janggal jika kita menemui orang yang mengaku tidak mengetahui logo-logo tersebut.

Sekarang kita kembali kepada pertanyaan, “Mengapa desain logo itu penting?” Tentu saja, karena fungsi yang diemban oleh logo itu sendiri, yakni:
– Menjadi tanda pengenal yang khas akan sebuah perusahaan atau merek (terutama jika perusahaan memiliki nama yang umum atau cenderung sulit diingat)
– Menjadi atribut yang menyampaikan kepribadian, karakter atau sikap perusahaan
– Merangkul para pemangku jabatan dengan membangun perasaan akrab dan saling percaya
– Menandakan kualitas & kepuasan

Tentu saja, dengan begitu banyak peran yang harus dijalankan sebuah logo, proses rancangnya pun sangat kompleks. Klien dan desainer harus bekerja bersama untuk menemukan informasi sedalam-dalamnya baik secara internal, maupun eksternal. Secara internal, mereka harus menggali filosofi, visi, misi, tujuan dan karakter perusahaan, mengamati fitur produk dan manfaatnya, serta memahami pola pikir semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

Sementara itu, dari sisi eksternal, mereka pun perlu mencari tahu apa yang target audiens pikirkan akan produk kamu, dibandingkan dengan produk pesaing kamu. Persepsi mereka sangat penting, karena sangat, sangat sulit untuk mengubah pola pikir seseorang. Jadi, desain logo lah yang seharusnya menyesuaikan dengan persepsi dan harapan target audiens, bukan sebaliknya.

Selain itu, haruslah diingat bahwa, desain logo merupakan bagian penting dari corporate branding. Jadi, bersiaplah untuk menginvestasikan waktu, uang dan sumber daya yang cukup banyak untuk mengembangkan logo perusahaan kamu.

Namun, jika kamu menginginkan desain logo yang baik, tapi dengan budget yang minim; Di sisi lain, kamu ingin mendapatkan logo yang sesuai dengan harapan, dan tidak ingin membuang-buang uang percuma demi rancangan desain yang so-so, maka kamu seharusnya sudah tahu ke mana harus melangkah. Sudah pasti, Sribu.com. Hanya dalam empat langkah mudah, kamu bisa membuat kontes desain, dengan biaya yang relatif terjangkau, namun dengan hasil akhir yang sangat memuaskan.

Namun, tentu saja, kamu pun harus melakukan beberapa pekerjaan rumah. Yang terutama adalah, merancang sebuah deskripsi yang baik. Yang harus kamu lakukan adalah, pikirkan karakter perusahaan kamu, berkaitan dengan:

  • Sifat, misalnya “formal”, “serius”, “casual”, “young heart”, dsb
  • Warna, terutama yang berkaitan dengan sifat yang ingin kamu tonjolkan
  • Bentuk
  • Gaya rancang, misalnya apakah kamu lebih menginginkan rancangan yang futuristik atau justru vintage dan old-school, dst

Mungkin kamu menyadari bahwa sebagian besar usaha kecil dan menengah dijalankan tanpa memiliki sebuah logo perusahaan yang tepat. Ketika ditanya mengapa tidak merancang dan menyematkan sebuah logo pada perusahaan atau produknya, para wirausahawan itu lantas berdalih, tidak memiliki waktu untuk mengurusi hal-hal remeh temeh seperti itu.

Sejujurnya,hal ini sangat disayangkan, jika dibandingkan dengan sebuah entiti bisnis yang besar, usaha kecil dan menengah justru jauh lebih memerlukan sebuah logo. Alasannya :

1. Representasi: Sebuah logo memiliki peran yang sama dengan pemilik atau karyawan perusahaan, yakni untuk membantu memperkenalkan usaha atau bisnis kepada khalayak ramai. Dalam kegiatan komersial, sebuah logo memiliki peranan yang sama untuk mempromosikan usaha dan bisnis, tak ubahnya pemilik maupun karyawannya.

2. Pengakuan: Untuk sebuah usaha kecil, logo menjalankan fungsi yang sama dengan merek. Perusahaan komersil segera mengenali sebuah merek; sama halnya dengan pelanggan, kreditur, pemberi pinjaman, bankir dan pelaku usaha lainnya. Sebuah usaha kecil yang sukses memerlukan logo yang tepat; Sebaliknya, agar bisa sukses, sebuah usaha kecil memerlukan pengakuan yang didapat dari sebuah logo bisnis yang baik.

3. Identitas: Sebuah logo bagi pengusaha kecil dan menengah pada dasarnya adalah kartu identitas atau paspor. Dia hanya tinggal menunjukkan logo dan akan segera menemukan celah untuk masuk ke banyak tempat. Selain itu, logo akan selalu terhubung dan tidak bisa dipisahkan dengan bisnis, identitas perusahaan serta para karyawan yang tergabung di dalamnya.

4. Proyeksi citra: Tidak diragukan lagi, sebuah logo bisnis memproyeksikan citra dari sebuah bisnis bagi dunia luar dengan jauh lebih efektif ketimbang bentuk promosi lainnya, termasuk iklan. Memang benar bahwa kamu memerlukan logo dan promosi untuk membuka jalan dan mencuri perhatian calon konsumen dan klien. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, dan sukses mendapatkan perhatian, maka untuk mempertahankannya, kamu hanya membutuhkan sebuah logo yang dirancang dengan baik.

5. Komunikasi: Logo bukan hanya simbol, bentuk, atau garis dan huruf, melainkan jauh lebih berarti dari itu. Sebuah logo bisnis pada dasarnya adalah bagian dari kebijakan bisnis. Logo dapat mengkomunikasikan misi dan visi perusahaan; kebijakan dan cara kerja perusahaan, hingga komitmen untuk menegakkan prinsip-prinsip etika berbisnis. Selain itu, logo juga menyampaikan strategi perusahaan dan arah yang dituju kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan perusahaan (pemangku jabatan).

6. Keunikan: Setiap logo memiliki keunikan. Ya, itu memang benar. Namun ada sesuatu yang lain dalam keunikan sebuah logo bagi bisnis kecil. Sebuah bisnis kecil dengan logo yang didesign dengan baik akan tampak menonjol di antara usaha-usaha kecil lainnya, di samping secara otomatis akan dapat “naik kelas” ke arah bisnis yang lebih mapan.

7. Mengundang reaksi: Mungkin kamu bertanya-tanya, memangnya apa sih yang reaksi yang bisa dihasilkan oleh sebuah logo? Toh, setiap hari kita melihat ratusan bahkan ribuan logo perusahaan. Jadi, untuk apa meributkan reaksi yang ditimbulkan logo bagi sebuah bisnis kecil? Eits, jangan salah. Bagi sebuah usaha kecil, logo dapat membangun perasaan keterikatan, penghargaan, emosi positif, dan perhitungan rasional hingga akhirnya mengundang audies untuk berpikir, “Sepertinya, kita perlu mencoba produk yang ditawarkan perusahaan ini”.

8. Melampaui waktu: Kebanyakan logo bisnis bisa berusia lebih panjang daripada penciptanya dan/atau penggunanya. Dalam kasus usaha kecil, hal itu sangatlah penting, karena yang namanya usaha kecil, selalu ada kemungkinan untuk berganti kepemilikan atau bahkan gulung tikar. Namun, dengan design logo yang baik, perusahaan akan tetap dapat dikenali masyarakat, meski pemiliknya sudah bukan orang yang sama lagi.

Translate »