Kiat Mudah Dapatkan Investasi dari Modal Ventura untuk Startup

Pertumbuhan perusahaan rintisan (startup) di Indonesia semakin pesat, setidaknya lima tahun terakhir. Perkembangan teknologi yang kain mumpuni membuat pertumbuhan ini makin subur.

Buktinya, cukup banyak perusahaan rintisan lokal baru di bidang teknologi yang bermunculan. Salah satu tantangan para pemain startupbaru dalam membangun bisnis adalah modal.

Namun, para pemain baru ini bisa sedikit lega dengan kehadiran perusahaan-perusahaan penyuntik dana (venture Capital/VC). Ditambah lagi, melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah mengeluarkan regulasi yang makin memudahkan para investor asing masuk ke Indonesia.

Namun, Founder and Managing Partner Ideosource Edward Chamdani mengakui, secara global perusahaan startup mengalami sedikit gejolak.

Di luar negeri, startup sedang mengalami fase unicorn yang membuat valuasi bisnis mereka mengalami penurunan. “Startup di Indonesia belum masuk fase ini, namun tak bisa dipungkiri dampaknya sudah mulai terasa,” katanya saat ditemui di ajang Finhacks 2016.

Untuk tahun ini misalnya, ada beberapa startup yang agak susah mendapatkan modal, terutama startup yang tergolong tanggung atau perusahaan yang terhitung sudah established namun masih dalam proses pertumbuhan.

Untuk itu, Edward yang merupakan salah satu pendiri VC Ideosource memberi beberapa saran pada para pelaku startup agar bisnis mereka bisa lebih dipertimbangkan untuk mendapat suntikan dana.

Keseriusan founder

Pendiri startup menjadi hal pertama yang akan dilihat modal ventura. Jadi, sebagai pendiri, kamu harus benar-benar menunjukkan keseriusan dalam menjalani bisnis. Menurut Edward, kualitas pendiri merupakan penilaian utama VC dalam pertimbangan untuk mendanai sebuah startup.

Kemantapan konsep bisnis model

Setelah pendiri, penilaian berlanjut ke sisi bisnis. Pastikan konsep bisnis bisa menjadi solusi yang dibutuhkan masyarakat namun tetap menguntungkan secara bisnis.

“Misalnya, pendiri menawarkan solusi untuk masyarakat dan valuasi bisnisnya menghasilkan sekitar Rp10 hingga Rp100 miliar dalam beberapa tahun ke depan, maka bisnis termasuk kurang menarik untuk tempat investasi. Para pemodal akan tertarik pada bisnis model yang dinilai bisa mencapai valuasi setidaknya Rp1 triliun dalam kurun 3 hingga 5 tahun ke depan,” ungkap Edwin.

Bangun jaringan dan cari ilmu lewat acara komunitas

Para pelaku startup bisa memanfaatkan acara-acara komunitas guna membangun jaringan kerja dan belajar soal mendirikan bisnis.

“Kami sangat menganjurkan para pendiri startup untuk lebih sering menghadiri acara-acara komunitas, seperti Finhacks ini misalnya. Mereka bisa banyak belajar dari mentor-mentor ahli yang hadir dalam acara,” tutup Edwin.

Leave a comment

Translate »