5 developer lokal yang fokus kembangkan aplikasi dan game edukasi anak

Salah satu ranah yang terkena efek domino dari berkembangnya teknologi, internet, dan smartphone adalah industri developer di Indonesia. Bagaimana tidak, banyak bermunculan bakat-bakat baru yang terus berkreasi menciptakan aplikasi inovatif. Dari banyaknya nama yang mulai terlihat, beberapa di antaranya fokus pada pembuatan aplikasi atau game untuk anak-anak.

Selain menyenangkan, aplikasi dan game edukasi anak diharapkan bisa menjadi bahan pembelajaran bagi para penggunanya. Kali ini, Tech in Asiamerangkum lima developer lokal yang mengembangkan aplikasi atau game edukasi anak. Siapa saja mereka? Simak daftar di bawah ini.

Lima developer lokal yang fokus kembangkan aplikasi dan game edukasi anak

1. Educa Studio

Developer asal Salatiga ini sudah mulai menciptakan aplikasi yang edukatif untuk anak sejak 2011. Ada empat kategori utama yang mereka ciptakan, yakni aplikasi Mari Belajar (Marbel), Riri yang berisi beragam aplikasi cerita rakyat dan dongeng, kasual game, dan Kabi yang merupakan singkatan dari Kisah para Nabi.

Semua aplikasi dan game mereka berjumlah lebih dari 100 dan tersedia pada perangkat Android, Windows Phone, dan juga iOS secara gratis. Educa Studio juga sudah mengoleksi beberapa penghargaan sejak 2012, seperti INCREFEST dari Kementerian Industri Kreatif, juara pertama Rock Star Dev, dan juara pertama di ajang INAICTA 2013.

2. Bamboomedia

Developer asal Bali ini sudah beroperasi sejak tahun awal 2000-an dan memiliki website sendiri sejak 2011. Selain fokus pada pengembangan aplikasi dan game edukasi untuk anak, mereka juga melayani berbagai macam kebutuhan untuk PC dan berbagai macam buku dan software untuk pelatihan di bidang teknologi.

Sedangkan untuk aplikasi dan game, mereka sudah memiliki lebih dari 80 aplikasi dan game, beberapa di antaranya berbayar dan juga gratis. Komposisi aplikasi yang mereka ciptakan yakni edukasi dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan juga beberapa di antaranya berkaitan dengan aksara dan bahasa Bali. Aplikasi mereka di antaranya adalahBelajar Huruf dan Angka, Kids Read – English, dan Learning Aksara Bali.

3. Qajoo Studio

Developer asal Yogyakarta ini sudah pernah kami bahas sebelumnya. Nama Qajoo dilafalkan sebagai ‘kayu’ dengan para developer yang disebut ‘pengrajin kayu’. Developer ini terinspirasi filosofi kayu yang akan nampak indah dan bernilai mahal di tangan para ahlinya. Mereka mulai beroperasi sejak 2013 lalu.

Ada dua kategori aplikasi yang mereka buat, yakni Ceri yang merupakan singkatan dari Cerita Rakyat Interaktif dan game yang memiliki latar budaya di Indonesia. Untuk Ceri, mereka telah memiliki empat cerita, yakni Purbasari dan Lutung Kasarung, Bawang Merah dan Bawang Putih,Kancil dan Buaya, dan Tupai dan Ikan Gabus. Sedangkan game, mereka memproduksi empat game, yakni Capture The Box, Fahombo Nias Jump Stone, Cak Durae, dan Run Princess Run. Tidak seperti aplikasi ciptaan Educa Studio yang semuanya dapat diunduh secara gratis, Qajoo membanderol harga di tiap produknya.

4. Luminov

Luminov merupakan developer yang berbasis di Jakarta Utara dan beroperasi sejak 2010. Selain memproduksi berbagai aplikasi dan game edukasi untuk anak, Luminov juga banyak menangani kerja sama dengan korporat untuk pembuatan aplikasi.

Sejauh ini, Luminov baru memiliki lima aplikasi untuk anak, yakniBawang Merah dan Bawang Putih, Safe School, Aztec Run, Tooth Invaders, dan The Cup Food Indonesia. Semuanya dapat diunduh secara gratis untuk perangkat Android dan juga iOS.

5. Hicca Studio

Developer asal Yogyakarta ini merupakan pemain yang terbilang baru di industri pengembangan aplikasi. Hicca Studio berfokus menciptakan aplikasi untuk balita dan melatih sensor gerakan dengan aplikasi yang diciptakan.

Sejauh ini, Hicca Studio memiliki 22 aplikasi yang melatih anak untuk bernyanyi, mengeja, dan juga menari. Beberapa aplikasi mereka adalahAnimal Sounds Uwa and Friends, Story Books: Helping Komodo, dan Draw for Kids: Fruits. Tokoh utama yang diciptakan untuk aplikasi mereka adalah Uwa, seekor monyet dengan wajah yang lucu. Selain Uwa, tokoh lain yang ditampilkan adalah kawanan hewan dengan warna dan bentuk menggemaskan.

Selain lima nama di atas yang telah disebutkan, ada beberapa developer yang meski tidak berfokus pada aplikasi edukasi anak juga telah menciptakan aplikasi atau game jenis ini. Sebut saja seperti ArtonCode Indonesia dengan aplikasi Melodi Anak Indonesia yang dapat diunduh untuk perangkat Android dan Tinker Games yang merilis The Gillies: Treasure Hunt untuk perangkat iOS.

Translate »