Cara Pelaporan SPT Online Mudah dan Cepat, Begini Caranya!

Cara Pelaporan SPT Online Mudah dan Cepat, Begini Caranya!

Lapor SPT sangat penting. Tidak hanya untuk diri sendiri, tapi untuk anak cucu kita kelak. Sebab, nantinya kita akan meninggalkan warisan yang akan diturunkan ke anak. Agar status pemberian warisan jelas dan tidak memiliki masalah perpajakan kelak. Cara pelaporan SPT online itu sebetulnya mudah. Begini caranya!

Surat pemberitahuan pajak atau SPT merupakan laporan pajak yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak kepada pemerintah Indonesia. Biasanya pelaporan pajak ini dilakukan di bulan Januari hingga Maret dengan melaporkan pajak penghasilan (PPh) setiap tahunnya.

Namun, kenyataannya banyak orang yang malas melaporkan SPT Pajak. Alasan yang paling umum adalah sebagian dari mereka tidak mau repot. Ditambah lagi adanya anggapan bahwa pajak sudah dibayar oleh kantor kenapa harus repot melaporkannya sendiri. Padahal melaporkan pajak tak sesulit yang dikira.

Bagaimanapun juga SPT Pajak Penghasilan perlu dilaporkan. Apabila terlambat melaporkan akan terkena sanksi. Parahnya lagi bisa berurusan dengan hukum apabila mengabaikan kewajiban dalam memenuhi pelaporan tersebut. Cara pelaporan SPT online sangat mudah. Kamu bisa menggunakan e-Filling untuk pelaporannya.

Cara Pelaporan SPT Online

e-Filing merupakan sarana yang bisa digunakan untuk melaporkan pajak secara online. Cara pelaporan SPT online ini sangat mudah dilakukan dengan beragam fitur yang mudah dipahami. SPT tahunan ini perlu dilaporkan, baik kamu yang bekerja sebagai karyawan maupun pengusaha. Jika SPT lalai dibayar akan ada sanksi denda bagi wajib pajak yang tidak melakukan pembayaran pajak dengan semestinya.

(www.ubm.ac.id)

Cara pelaporan SPT online yang mudah terasa lebih hemat waktu maupun biaya. Hanya dalam satu aplikasi masyarakat bisa menghitung, menyetor hingga melaporkan dalam satu aplikasi. e-Filing ini sebetulnya sudah berjalan sejak tahun 2005 dan belum terlalu digunakan karena e-Filing masih menggunakan jasa penyedia aplikasi dari perusahaan swasta yang masih berbayar. Hingga akhirnya di tahun 2012, pemerintah menyediakan fasilitas e-Filing secara gratis untuk melaporkan SPT PPh pribadi 1770S dan 1770SS. e-Filling ini bisa diakses langsung melalui pajak.go.id/ atau djponline.pajak.go.id/account/login . Berikut cara pelaporan SPT online yang bisa dilakukan!

1. Miliki kode EFIN (Electronic Filing Identification Number) terlebih dulu

Sebelum melakukan pengisian e-Filing, kamu perlu memiliki EFIN terlebih dulu. Apabila sudah memiliki EFIN dan sertifikat elektronik selanjutnya kamu bisa melanjutkan proses pelaporan pajak. Namun, jika belum kamu perlu mendapatkan EFIN dan sertifikat elektronik perlu mengajukannya ke tempat pelayanan pajak. Sertifikat elektronik merupakan sertifikat yang isinya berupa tanda tangan elektronik beserta identitas wajib pajak. Sertifikat ini biasanya diberikan oleh Dirjen Pajak kepada Pengusaha Kena Pajak yang merupakan bukti otentikasi sebagai pengguna dari layanan pajak. Langkah-langkah yang perlu dilakukan!

2. Lengkapi beberapa persyaratan yang dibutuhkan seperti KTP asli dan fotocopy untuk kamu yang WNI, Paspor dan KITAS (Kartu Izin Tinggal Sementara) atau KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) atau surat keterangan sebagai seseorang sebagai wajib pajak dan email yang dimiliki.

3. Aktifkan EFIN di kantor pelayanan pajak terdekat di kotamu atau di booth pelayanan pajak yang biasanya terdapat di area perkantoran untuk membantu karyawan yang ingin melakukan pelaporan.

2. Buat akun di DJP Online

Jika kamu pernah melakukan e-Filling, kamu bisa langsung login ke https://djponline.pajak.go.id/account/login dengan mengisi nomor NPWP dan password. Bagi kamu yang belum pernah registrasi bisa mengikut beberapa langkah berikut!

1. Bukahttps://djponline.pajak.go.id/account/loginselanjutnya pilih menu “Anda belum terdaftar? Daftar di sini”.

2. Kemudian masukkan nomor kartu NPWP dan EFIN yang sudah dimiliki dengan mengklik “Verfikasi”.

3. Jika sudah, kamu akan masuk ke halaman yang menunjukkan identitas secara otomatis. Jangan lupa untuk memeriksa kembali apakah data-data yang tertera sudah sesuai. Kemudian buat password dan klik “Simpan”.

4. Selanjutnya cek email untuk memastikan apakah kamu telah mendapatkan email yang berisi nomor identifikasi, password dan link aktivasi. Jika benar, klik link tersebut untuk proses aktivasi selanjutnya.

3. Pelaporan SPT online sudah bisa dilakukan

Setelah berhasil memiliki akun, kini saatnya kamu melanjutkan proses pelaporan SPT online. Berikut langkah-langkahnya!

1. Login ke situshttps://djponline.pajak.go.id/account/logindan masukkan nomor kartu NPWP serta passoword yang dimiliki.

2. Klik e-Filling untuk menuju ke halaman “Daftar SPT”. Selanjutnya klik “Buat SPT” lalu kamu akan menuju ke halaman berikutnya. Nantinya kamu perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan untuk mengetahui jenis SPT yang perlu dilaporkan.

3. Selanjutnya kamu bisa memilih jenis SPT yang diisi dengan formulir atau pertanyaan panduan.

4. Isilah seluruh pernyataan hingga selesai. Lalu dilanjutkan dengan klik “disini” untuk mendapatkan kode verifikasi yang dikirim lewat email nantinya.

5. Lalu klik “Kirim SPT” dan simpan data dengan klik “Simpan”.

Kenapa Melaporkan SPT Penting?

Setelah mengetahui cara pelaporan SPT online, selanjutnya kamu perlu mengetahui kenapa SPT itu penting untuk dilaporkan. Seperti yang telah diketahui SPT merupakan surat yang digunakan oleh wajib pajak untuk melaporkan serta melakukan pembayaran pajak terutang berdasarkan ketentuan peraturan undang-undang perpajakan. Jadi, pajak itu wajib dibayarkan dan juga laporkan ke negara.

(www.aksi.co)

Jenis-jenis wajib pajak yang terkait SPT yaitu:

• Melakukan laporan masa SPT Bulanan Pajak

• Melakukan laporan masa SPT Tahunan Pajak (terdiri dari PPh Badan, PPh Orang Pribadi, PPh Pasal 21)

• Termasuk pelunasan utang pajak yang terdapat pada surat ketetapan pajak dan surat keputuan lainnya

Sanksi Apabila Telat Pelaporan SPT

Setiap tahun, pembayaran dan pelaporan SPT Tahunan PPh ada batasnya. Oleh karena itu, penting sekali melakukan pembayaran hingga pelaporan. Jika telat akan ada sanksi yang dikenakan. Berikut batas waktu yang perlu kamu ketahui untuk pembayaran maupun pelaporan PPh 21 (orang pribadi) dan PPh 22 (badan usaha).

• Untuk SPT Tahunan PPh 21 adalah paling lama 3 bulan setelah batas akhir tahun, yaitu di tanggal 31 Maret.

• Untuk SPT Tahunan PPh 22 adalah paling lambat 4 bulan setelah akhir tahun pajak yaitu 30 April.

Sesuai dengan peraturan UU No. 28/2007 yang merupakan perubahan ketika atas UU No. 6/1983 terkait Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, maka ditetapkan sanksi keterlambatan atau tidak melakukan pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan akan dikenai sanksi sebagai berikut!

• Denda sebesar Rp100 ribu apabila seorang wajib pajak terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunan PPh 21.

• Denda sebesar Rp1 juta apabila Perusahaan atau Badan Usaha terlambat atau tidak melaporkan SPT Tahunan PPh 22.

• Denda sebesar Rp500 ribu untuk Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan.

• Denda Rp100 ribu untuk Surat Pemberitahuan Masa lainnya.

Sebetulnya untuk melaporkan SPT Tahunan PPh tidaklah sulit. Apalagi cara pelaporan SPT online terbilang mudah. Tanpa membutuhkan waktu lama, masyarakat sudah bisa melakukan pelaporan. Sebagai warga negara Indonesia sudah sebaiknya taat pajak. Tidak hanya untuk kepentingan pribadi tapi untuk pembangunan bangsa dan negara. Jadilah warga negara yang baik yuk, dengan selalu taat membayar pajak!

LIHAT ARTIKEL ASLIBaca di App KurioBACA SELENGKAPNYABaca di App Kurio

Translate »