6 Tips Menyusun Profil LinkedIn bagi Pelajar dan Mahasiswa

6 Tips Menyusun Profil LinkedIn bagi Pelajar dan Mahasiswa

Keberadaan media sosial jika digunakan dengan bijaksana bisa mendatangkan banyak manfaat positif. Tiap platform media sosial juga memiliki keunggulan masing-masing. Orang bisa membagikan kreativitas mereka, mencari informasi hingga bisa mendapatkan penghasilan dengan mengoptimalkan media sosial.

Ada juga media sosial yang digunakan untuk mencari lowongan pekerjaan. Pasti kamu sudah tahu tentang LinkedIn? LinkedIn adalah sebuah platform internet yang mayoritas digunakan untuk mencari pekerjaan.

Membuat akun LinkedIn sangat mudah. Bagi kamu yang sudah berusia 16 tahun ke atas, sudah bisa mendaftar dan membuat akun LinkedIn. Sehingga tidak hanya mahasiswa dan fresh graduate saja yang bisa memiliki akun LinkedIn. Meski bukan semata-mata bertujuan mencari pekerjaan, dengan memiliki akun LinkedIn, siswa atau mahasiswa dapat menemukan kesempatan-kesempatan lain. Seperti magang, part time, menambah koneksi/relasi, dan kegiatan positif lainnya.

Yuk simak langsung tips menyusun profil LinkedIn dengan membaca artikel berikut ini.

1. Gunakan foto yang layak

Foto profil menjadi hal pertama yang perlu diperhatikan. Berbeda dengan Facebook atau Instagram, foto profil di LinkedIn terkesan lebih profesional karena akan dilihat pihak pencari calon karyawan.

Kamu bisa menggunakan foto dengan kualitas tinggi. Sehingga besar kemungkinan profilmu akan banyak dilihat dan dikunjungi. Pastikan juga kamu berfoto sendiri dan berpakaian rapi.

2. Tulis headline yang informatif dan menarik

Headline adalah pernyataan atau slogan profesional yang singkat dan menarik. Headline di profil Linkedin ini berguna untuk memberikan kesan pertama yang baik dan mudah diingat.

Untuk menyusun headline di profil Linkedin, pertama-tama kamu bisa menjelaskan kelebihan, minat, dan tujuan kamu. Kamu bisa mengecek profil Linkedin dari teman seangkatan atau alumni almamater yang diidolakan untuk mendapat ide.

3. Pamerkan pendidikan dan almametermu

Mencantumkan sekolah, jurusan, kuliah, ataupun pertukaran pelajaran yang pernah diikuti penting dilakukan dalam menyusun profil Linkedin.

Linkedin adalah tempat yang tepat untuk menampilkan prestasi ataupun pengalamanmu. Kamu juga bisa mencantumkan IPK ataupun nilai tes yang pernah kamu ambil.

4. Kembangkan rangkuman profesionalmu

Kamu bisa membuat kalimat berisi rangkuman yang menjelaskan dirimu. Kalimat rangkuman ini dibuat ringkas dan penuh percaya diri dan menjelaskan kualifikasi dan tujuanmu. Kamu juga bisa menyertakan pengalaman organisasi yang relevan ataupun kegiatan-kegiatan lainnya.

5. Kumpulkan rekomendasi sebanyak mungkin

Profil Linkedin yang baik, paling tidak punya satu rekomendasi. Rekomendasi dapat memberikan pendapat eksternal tentang kemampuan dan kepribadian dimiliki. Kamu bisa minta dan mengumpulkan rekomendasi dari teman terdekatmu di sekolah, mentor, ataupun guru. Jika kamu punya kesempatan kerja ataupun magang.

Coba minta rekomendasi atas pekerjaanmu. Para pencari calon karyawan juga sangat tertarik dengan rekomendasi dari atasan atau orang yang mensupervisi langsung.

6. Bagikan karyamu

Jika kamu mempunyai suatu hobi, bagikan juga hasil karyamu di Linkedin. Kamu dapat mencoba menambahkan tulisan, desain, atau karya jenis lainnya. Dengan menambahkan karya, otomatis akan memperkaya profil dan portofolio di akun Linkedin.

Menyertakan hasil karya ini merupakan cara terbaik bagi pengunjung profilmu untuk langsung melihat karya yang dihasilkan.

Lewat ke baris perkakas